Tips: Jalan Mudah untuk Menembus Karir di Dunia Hiburan

Untuk jadi terkenal, seseorang merasa perlu mengambil kelas akting supaya bisa mendapat peran di sinetron atau film. Sementara sebagian lainnya mengasah kemampuan vokal agar bisa memenangi ajang pencarian bakat dan menjadi penyanyi di layar kaca. Belum lagi mereka yang sengaja menciptakan skandal agar jadi terkenal.

Industri hiburan memang sulit “ditembus”. Namun, ternyata ada beberapa pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian khusus atau keterampilan tinggi. Berikut beberapa pekerjaan di dunia hiburan yang bisa dicoba.

Jadi Peserta reality show

Ada jenis reality show yang menampilkan kejadian yang melibatkan orang biasa –bukan aktris, aktor atau pesohor lainnya. Faktanya, acara reality show yang mengangkat urusan pribadi orang biasa tidak berdasarkan kejadian nyata. Beberapa adegan seperti pengintaian pelaku perselingkuhan atau marah-marah di depan umum sudah di-setting oleh pembuat acara. Para pemain reality show juga dibayar untuk melakukan berbagai adegan.  Mereka tidak perlu punya kemampuan akting yang hebat. Hanya perlu mengikuti instruksi saja.

Selain itu, ada pula reality show yang dibuat dalam bentuk acara pencarian jodoh seperti Take Me Out.  Beberapa waktu lalu, Tribunnews.com memberitakan beredar broadcast tentang lowongan pekerjaan untuk menjadi peserta laki-laki di acara Take Me Out. Calon pelamar kerja harus good looking, belum menikah, bekerja dan punya keahlian. Bayaran yang ditawarkan oleh pembuat acara adalah Rp 750 ribu per episode. Jika peserta mendapat pasangan saat acara tersebut, maka bisa membawa pulang uang Rp 2 juta.

Jadi Figuran

Sutradara film atau sinetron ingin membuat scene yang tampak seperti asli. Misalnya, mereka berencana mengambil gambar dengan latar belakang suasana di pasar, tentu membutuhkan banyak orang untuk menciptakan keramaian. Walaupun kamera terfokus pada wajah pemeran utama, tetapi tetap saja sutradara memerlukan orang-orang yang berlalu-lalang di belakangnya. Maka, sutradara akan membutuhkan pemeran figuran untuk menciptakan suasana tersebut.

Ada dua jenis figuran yang dibutuhkan sutradara. Sebagian pemain kebagian tugas berinteraksi dengan pemeran utama sehingga mereka harus menghafal beberapa baris dialog dan mengucapkannya. Tetapi, ada juga figuran tanpa dialog yang hanya harus berlari, berjalan atau melakukan aktivitas lainnya. Menurut kapanlagi.com, aktris Susan Sameh yang terkenal lewat film Miss Call pernah merasakan pengalaman menjadi figuran. Dia hanya bertugas menjadi tukang angkat piring dan bisa mendapat bayaran Rp 150 ribu.

Jadi Penonton Bayaran

Penonton adalah bagian dari sebuah pertunjukan musik, talk show atau variety show di televisi. Penonton menghidupkan sebuah acara. Mereka bertepuk tangan dan membuat keriuhan di acara musik. Mereka tertawa dan membuat suasana ramai saat mendengar joke pemandu acara. Maka, pembuat acara selalu membutuhkan kehadiran penonton di studio.

Namun, menghadirkan penonton yang sukarela datang ke studio bukanlah hal yang mudah. Apalagi banyak acara yang proses pembuatannya pagi atau tengah malam. Maka, Kepala Divisi PR Marketing TransTV Hadiansyah menjelaskan pada Kompas.com bahwa stasiun televisi membutuhkan jasa penonton yang disalurkan agen. Berdasarkan catatan Detik.com, seorang penonton bayaran bisa mendapat upah Rp 25-35 ribu untuk sekali pertunjukan. Sementara koordinator penonton seperti Elly Suhari atau yang dikenal dengan Elly Sugigi akan mengambil keuntungan Rp 5 ribu per kepala. Penghasilan koordinator penonton bayaran berkisar antara Rp 10-35 juta sebulan. [Qerja.com]