Pantang Menyerah Membuahkan Kesuksesan bagi Akina Fathia

Kesuksesan memang tak mudah dicapai dan membutuhkan keteguhan hati untuk selalu pantang menyerah.

Demikian pula yang dilakukan oleh aktris Akina Fathia Sukardi dalam menjajaki kariernya di dunia akting.

Ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (2/9/2016), Akina mengisahkan kepada Tribunnews awal mula kariernya di dunia akting yang penuh perjuangan dan kegagalan. Gadis manis itu perlahan tersenyum sambil mengerjap-ngerjapkan matanya sembari mengingat-ingat.

Dirinya bertemu seseorang yang tergabung dalam suatu manajemen artis ketika masih duduk di bangku kelas tiga sekolah menengah atas. Akina pun menyambut gembira tawaran casting yang diberikan padanya.

Akina memulainya dengan mengikuti casting iklan. Namun, tentu saja dirinya tak langsung berhasil dan lebih dulu gagal lolos berkali-kali.

“Aku awalnya casting iklan. Ditolak berkali-kali. Sampai nggak kehitung berapa kali. Lumayan lamalah itu,” tuturnya.

Suatu ketika, anak kedua dari tiga bersaudara itu dinyatakan lolos dalam casting iklan produk rokok. Sayangnya, meski telah sepenuh hati berakting, bagian Akina pada akhirnya tak ditayangkan pada hasil akhir iklan tersebut.

Kendati demikian, Akina tak lantas patah semangat. Ia lalu melanjutkan perjuangannya dengan terus mengikuti berbagai casting yang tersedia.

Sejak awal pun, Akina menjalani segalanya tanpa ditemani orangtua. Kemandirian, diakui Akina, memang diajarkan oleh orangtua kepadanya sedari dini.

Setelah berkali-kali kembali gagal, harapan Akina pun berbuah manis. Dirinya berhasil mendapat peran dalam sebuah film televisi bergenre drama komedi, Pocong Tonggos.

“Di situ, aku berperan jadi salah satu pocong. Itu aku udah senang banget meskipun masih grogi. Excited, tapi deg-degan banget,” ujarnya dengan wajah semringah.

Akina pun merasakan pengalaman yang tak terlupakan sebagai seorang aktris. Selain itu, tentunya, ia semakin bersemangat untuk menemukan peluang baru dalam dunia akting.

“Aku ngerasain yang namanya anak baru, di-take terakhir, pulang pagi. Aku juga masih belum ada kendaraan, jadi ke mana-mana naiknya kendaraan umum. Tapi, karena masih berjiwa baru, aku semangat aja,” ucap Akina.

Dirinya juga bercerita, tantangan yang dihadapi sesungguhnya tak hanya mengenai kegagalan casting. Melainkan juga sang ayah yang pada awalnya kurang menyetujui keinginan sang putri untuk berkecimpung di dunia hiburan.

“Ayah memang kurang suka. Beliau penginnya aku kuliah aja. Apalagi kan awal-awal ditolak-tolak terus. Dipikirnya, ‘Ini anak saya mau ngapain, sih,’ gitu kan karena luntang lantung nggak jelas,” tuturnya.

Kegigihan Akina jugalah yang pada akhirnya meluluhkan hati sang ayah. Setelah dirinya berhasil mendapat peran dalam suatu sinetron dan mulai mampu menyisihkan uangnya untuk turut membantu keperluan keluarga, sang ayah perlahan berbalik mendukungnya.

Kini, Akina telah berperan dalam berbagai film televisi dan sinetron. Setelah namanya berhasil menyita perhatian penonton lewat sinetron Putri Duyung, baru-baru ini Akina melebarkan kiprahnya dengan bermain dalam film layar lebar berjudul Beauty And The Best.

Perempuan kelahiran 31 Mei 1994 itu juga menceritakan, bakat akting sesungguhnya telah dimiliki sejak dirinya masih kecil. Namun, Akina mengaku tak cukup percaya diri untuk mulai menunjukkannya. / — Tribunnews