Forbes Nobatkan Dian Pelangi Salah Satu Anak Muda Asia Berpengaruh di Dunia

Dian Pelangi, desainer kelahiran Palembang 27 tahun silam, dinobatkan sebagai salah satu di antara 30 anak muda Asia paling berpengaruh di dunia, versi majalah Forbes.

Laman The Jakarta Post melaporkan, semua yang masuk dalam kategori tersebut berusia di bawah 30 tahun, dan berasal dari 24 negara di Asia-Pasifik. Para pemuda ini dipilih oleh panel juri, termasuk produser musik dan aktor Kris Wu, perancang busana Vivienne Tam, CEO Rakuten Hiroshi Mikitani, dan Chatri Sityodtong selaku pendiri dan Ketua ONE Championship.

Mereka yang masuk dalam daftar ini dipilih berdasarkan kepemimpinan dan kemampuan dalam bidang yang digeluti, dan pola pikir kewirausahaan. Selain itu, hasil dan kemungkinan mereka mengubah dunia lewat bidang yang ditekuni selama setengah abad ke depan, pun menjadi pertimbangan.

Dilansir dari majalah Forbes, Dian Pelangi terpilih karena dianggap mampu membawa modernitas ke pasar mode. Desainer dan influencer Indonesia ini tidak takut berekplorasi dengan hiasan dan warna, serta mampu menunjukkan kepada hampir lima juta pengikut di media sosialnya, untuk berani tampil beda.

Orangtua Dian Pelangi mendirikan label yang sekarang dipimpinnya pada tahun ia dilahirkan, tepatnya tahun 1991. Pada usia 18 tahun, Dian Pelangi menunjukkan koleksi pertamanya pada ajang Jakarta Fashion Week. Sejak saat itulah, ia sering menggelar pameran karyanya hampir di seluruh dunia. Meskipun jilbab menjadi andalan koleksi rancangannya, label yang dipimpinnya tersebut juga mengeluarkan koleksi pakaian pengantin dan pakaian anak-anak.

Tak tanggung-tanggung, Dian Pelangi berhasil masuk dalam daftar tersebut lewat dua kategori, yaitu Selebriti dan Seni. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dari Dian Pelangi. Bahkan, lewat akun Instagram-nya, ia juga mengaku tidak percaya bisa terpilih.

“10 tahun perjalanan yang luar biasa. Ketika saya melihat kembali ke awal karir saya di industri ini, saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan sampai sejauh ini, sampai titik ini,” tulisnya.

Saat pertama kali menginjakkan kaki dalam dunia mode, Dian hanya ingin mengungkapkan idenya, untuk memperkenalkan busana sederhana kepada dunia dan membuat orangtuanya bangga. Ia sangat bersyukur, semua kerja kerasnya selama ini telah terbayar. Pengakuan ini, bagi Dian, bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga tanggung jawab dan pengingat, untuk terus maju, dan menginspriasi orang lain.

Tahun 2017 lalu, pemilik nama asli Dian Wahyu Utami ini mendulang sukses di ajang Paris Fashion Week for Peace 2018. Dalam pekan mode yang digelar di Hotel Plaza Athenee Perancis tersebut, Dian berkolaborasi dengan HIJUP dan Wardah membawakan 12 koleksi terbarunya. Dian juga sangat suka berperan sebagai model untuk mempromosikan koleksinya sendiri. Foto-fotonya menjadi identitas tersendiri bagi merek Dian Pelangi.

Bakatnya sebagai desainer telah terlihat sejak ia masih berusia kanak-kanak. Ia juga tekun membuat pola-pola baju untuk dipakai sendiri atau mendandani bonekanya. Maka tak heran, jika karya Dian Pelangi tak diragukan lagi keindahannya.

Sumber: Kompas.com